
Catatan Program
"The Persistence of Wucha Wulandari"
Terciptanya sebuah film bersinggungan erat dengan bentuk proses bagaimana seseorang merespon atas keadaan di sekitarnya. Penerapan atas apa-apa saja yang dilihat serta diterima, untuk kemudian diimplementasikan ke dalam tutur yang lebih beragam dan memiliki esensi estetika. Persoalan yang rumit tidak semerta-merta menjadi standar mutlak, terkadang hal-hal kecil namun sarat makna yang luput dari pandangan publik menjadi topik yang menarik untuk diulik.
Landasan tersebut menjadi salah satu elemen yang hadir di dalam karya-karya Wucha Wulandari, sosok sutradara yang vokal menggarap materi terkait isu perempuan, anak-anak, serta perubahan iklim yang tengah berlangsung. Wucha merupakan lulusan studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan magister jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada. Sepanjang belasan tahun berkarya dalam perfilman dan industri kreatif, ia menunjukkan kegigihan dalam menjaga kualitas karya yang mumpuni melalui penuangan ide yang diramu secara matang dan konsisten. Untuk kemudian dibawa ke berbagai pemutaran komunal alternatif sehingga mampu menghadirkan sebuah medium film yang mewujudkan salah satu bentuk kumandang atas apa yang pernah, sedang, atau akan terjadi.
Biografi Pembicara

Wucha Wulandari
Wucha Wulandari menyelesaikan studi Film dan Televisi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan studi magister Ilmu Budaya jurusan Antropologi di Universitas Gadjah Mada. Melalui film dan sebagai peneliti, ia menyuarakan isu dan peran anak dan remaja perempuan juga perubahan iklim. Ia terpilih dalam program See Me, Hear Me yang didanai oleh DFAT’s Australian Awards Fellowship di Australia. Salah satu film pendek dokumenter yang ia sutradarai ‘Muslimah’ memenangkan Best Film in Youth and Collaboration Category di ReelOzine Film Festival 2018, di Melbourne dan diputar di berbagai ruang pemutaran Nasional dan Internasional. Film pendek fiksi terakhirnya berjudul Laila yang didukung Kemenparekraf sedang dalam tahap distribusi. Sejak 2016 ia merawat Semaya Studio www.semaya.id, sebuah perusahaan yang mengeksplorasi metode riset dengan medium audiovisual. Saat ini sedang mengajar di UKDW jurusan Digital Humanities.