
Tiger Stripes
Catatan Program
"Layar Penutup"
Kita mungkin sering mendengar kisah-kisah tentang perempuan yang dibisikkan dari satu pintu ke pintu lainnya. Mulai dari penyebab tergigitnya apel di antara semak-semak anggun Taman Eden, si jenazah berparas elok yang tak lagi hadir di dunia tetapi menjadi nyanyian abadi bagi sang kesatria untuk mendefinisikan kembali keteguhannya, hingga entitas berambut panjang se-mata kaki yang menambah angka pada jumlah pesanan peti mati.
Di mana sang puan bukanlah antagonis, ia adalah korban yang nasibnya membuat meringis. Tidak boleh keduanya. “Harus salah satu,” ujar narasi yang dijual. Namun, bagaimana jika dalam diri seorang puan alurnya berbeda? Bukan naratif yang mengontrolnya, tetapi sebaliknya. Auman naratif memang menggertak, tetapi auman sang puan membunuh.
Mengaum dari bungkaman lingkungan konservatif. Menerkam jeratan opresif. Bertahan dari terpaan ranjau tindasan fisik. Pantang mundur tanpa putus nyali. “Tiger Stripes” berdiri sebagai garda terdepan pertahanan identitas diri dari tekanan eksternal terhadap jiwa, pertumbuhan, dan relasi sang puan dengan raganya, meskipun bukan dalam kacamata kegigihan yang tampak patriotik, penuh akan stoikisme, ataupun selalu berdiri tegak dengan dada membusung.
Sinopsis
Zaffan, remaja berusia 12 tahun, adalah orang pertama di antara teman-temannya yang memasuki masa pubertas, dan ia menemukan rahasia mengerikan tentang tubuhnya. Dikucilkan oleh komunitas, Zaffan melawan, belajar bahwa untuk bebas, dia harus menerima tubuh yang dia takuti.
Detail Film
Rumah Produksi : Ghost Grrrl Pictures, Flash Forward Entertainment, Akanga Film Asia, Still Moving, Weydemann Bros., PRPL, KawanKawan Media
Durasi 95 menit
Berwarna/BnW Berwarna
Pemeringkatan Umur 13+
Peringatan Khusus –
Bahasa Asli Bahasa Malay
Takarir Bahasa Inggris
Jadwal Penayangan
Gd. Concert Hall ISI Yogyakarta,
Sabtu, 28 September 2024
(18.30 – 21.15)
Kru
Sutradara Amanda Nell Eu
Produser Fei Ling Foo, Yulia Evina Bhara, Fran Borgia, Ellen Havenith, Juliette Lepoutre, Pierre Manahem, Jonas Weydemann