Layar Penutup: Usai sudah Perjalanan Sewon Screening 10
Yogyakarta, 28 September 2024 – Angin Segar dari Selatan – Seolah sudah menjadi semboyan yang digaung-gaungkan bila membahas Sewon Screening. Konsistensi selama sepuluh tahun menciptakan hasil yang layak kita apresiasi. Bahkan, hingga sekarang Sewon Screening 10 dengan tema “Persistence” lagi-lagi menciptakan kenangan yang tak akan bisa dilupakan bagi para Sineas Muda, penikmat film, dan Pengunjung yang hadir. Selama berbulan-bulan kita semua sudah berusaha maksimal untuk membuat acara yang pantas dinikmati bagi Pengunjung dan Sineas muda dengan harapan Sewon Screening akan terus ada dan dinanti-nantikan untuk generasi selanjutnya.
Setelah menanti dengan penuh antisipasi selama empat hari, akhirnya tibalah kita di hari kelima, yang juga merupakan hari penutup dari rangkaian Sewon Screening 10 tahun ini. Perjalanan panjang dan penuh kejutan ini membawa kita pada malam terakhir yang penuh dengan harapan dan rasa penasaran yang semakin memuncak. Di penghujung acara, sebuah film istimewa akan diputar, memberikan akhir yang tak terlupakan bagi para penonton. Namun, ada satu hal yang membuat malam ini semakin menarik dan memikat perhatian: judul film yang akan diputar sengaja dirahasiakan oleh pihak penyelenggara.
Sejak awal, kerahasiaan ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengunjung. Dari bisik-bisik di sudut ruangan hingga spekulasi yang beredar di media sosial, sebagian pengunjung mencoba menebak-nebak film apa yang akan menjadi penutup megah dari festival ini. Setiap hari, rasa penasaran semakin menguat. Seperti teka-teki yang terus tumbuh, mereka yang setia mengikuti festival ini pun bertanya-tanya, apa yang sebenarnya disiapkan untuk malam terakhir ini?.
Seluruh perjalanan selama lima hari ini seolah bermuara pada satu film penutup yang begitu dinanti-nantikan. Malam itu, semua misteri terungkap. Film yang selama ini disembunyikan dari publik akhirnya tayang, dan rasa penasaran yang telah menggelitik para penonton pun terjawab. Judul film tersebut adalah Tiger Stripes, sebuah karya menakjubkan dari sutradara berbakat, Amanda Nell Eu.
Sejak awal, Tiger Stripes telah mencuri perhatian secara internasional. Tak hanya berhasil mencetak sejarah, film ini juga mengukir prestasi gemilang di Festival Film Cannes 2023, meraih penghargaan tertinggi sebagai pemenang Critics’ Week Grand Prize dan dinobatkan sebagai film terbaik di Critics’ Week Cannes. Penghargaan bergengsi ini bukan hanya sekadar trofi, melainkan pengakuan akan kekuatan naratif dan visual yang terkandung dalam karya Amanda Nell Eu. Tak heran jika film ini dipilih untuk menjadi film penutup di acara Sewon Screening 10.
Usai sudah Screening terakhir di hari ini, ketika layar besar akhirnya gelap dan film Tiger Stripes telah mencapai akhir ceritanya. Namun, yang tersisa bukanlah keheningan, melainkan riuh tepuk tangan yang bergema di seluruh ruangan. Lima menit penuh, tanpa henti, serentak untuk apresiasi yang tak bisa ditahan dalam palung perasaan dan kenyataannya, Tiger Stripes berhasil mengunggah hati para Penonton dan Penyelenggara.
“Bagus tadi keren trus pecah tadi tepuk tangannya sampai filmnya selesai.”
“Kalo diawal si nggak nyangka kalo jalan cerita nya kaya gitu. Di Awal agak bingung, ternyata baru ngeh dari Malaysia ya, dan baru habis itu ngerasa ini film seru banget. Ada beberapa adegan yang kaya nggak expect, ini kok bisa kayak gini, yang ternyata ada plotwist-nya,” ucap penonton setelah menonton film Tiger Stripes.
“Tiger Stripes itu adalah bentuk film persistence yang hanya mewakili tema tapi dia juga menghadirkan bentuk persistence yang berbeda dari yang lain, yaitu rekonsiliasi. Jadi kan ada tiga benang merah dari tema itu, yaitu siasat, perlawanan dan rekonsiliasi. Nah Tiger Stripes mewakili rekonsiliasi nya. Dan juga isu yang dibawa bahwa persistence itu ga selalu harus dibawa dalam bentuk gagah dan patriotik tapi juga bisa pertahanan identitas diri terhadap lingkungan atau komunitas yang mengasingkan kita dan bertindak dengan lika-liku konservatifnya,” ucap Annisa salah satu programmer Sewon Screening 10.
Rasa-rasanya apresiasi terus digaungkan setelah screening usai mulai dari film Tiger Stripes, film yang telah menggugah hati para penonton dan penyelenggara, ataupun untuk semua karya yang telah menghiasi layar festival selama lima hari terakhir. Malam itu, tepuk tangan bukan sekadar ritual penutup, melainkan bentuk penghargaan yang tulus. Penonton seolah menyadari bahwa mereka baru saja menjadi saksi dari sesuatu yang lebih besar dari sekadar festival film. Ini adalah perayaan atas kerja keras, ketekunan, dan semangat yang tanpa henti dari pihak penyelenggara Sewon Screening yang mengusung tema “Persistence.”
“Pecah banget. Keren sih, soalnya kan ini aku baru pertama kali di Jogja, trus di info ada screening, as ikut ternyata seru. Semoga tahun depan bisa lebih seru lagi.”
“Sewon Screening tahun ini pecah banget!”
“Sewon Screening tahun ini berkesan banget. Banyak kenangan dari mulai naik KRL kesini terus nginep di rumah temen yang di Sewon, pokoknya banyak effort untuk bisa nonton disini. Dan harapan saya sih, Sewon Screening tahun depan harus lebih pecah daripada tahun ini.”
Jawaban penonton saat kami beri pertanyaan usai screening film Tiger Stripes.
Setelahnya, para penonton mulai berhamburan keluar usai screening layar penutup. Acara dilanjutkan dengan closing party yang sudah di dinanti-nantikan. Musik mulai mengalun, dan perlahan-lahan, para pengunjung menyatu dalam alunan ritme yang menggema di atas stage. Showcase stage yang diisi oleh The fool boots, Ezra, Timeast, Marie Joe, Vhiskicola. Rangkaian penampilan yang energic, membuat semua orang tak ragu untuk ikut bergerak dan berdansa bersama,
Seluruh malam itu terasa begitu hidup, penuh kegembiraan dan kebersamaan. Di antara dentuman musik dan riuh-piuh pengunjung, terpancar rasa kebanggaan dan kepuasan atas suksesnya festival ini, film-film kita tonton bersama, berdansa bersama, berjejaring di atas meja dengan riuh-piuh pengunjung dan penikmat film lainnya. Di mana setiap momen, mulai dari layar hingga panggung, kita bisa sampai pada detik ini, berusaha keras, saling bahu membahu, demi bisa menghasilkan skenario terbaik bagi Masyarakat yang hadir. Namun, memang ada banyak yang perlu diperbaiki dan evaluasi, tetapi kita bangga bisa menjadi bagian dari kenangan indah yang akan terus diingat. Sewon Screening 10 pun ditutup dengan penuh warna dan penampilan musik yang apik, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap orang yang hadir.
Sampai jumpa di Sewon Screening 11!
Penulis Satya Din Muhammad
Editor Nurul A’mal Mustaqimah
Penerjemah Zahwa Syachira