Awas Ada Manusia

Alif Pengen Punya Pacar, Yuli Pengen Dibonceng Ngabers

Alif Pengen Punya Pacar, Yuli Pengen Dibonceng Ngabers

Jadwal Penayangan

Gd. Concert Hall ISI Yogyakarta,
Jumat, 27 September 2024 | (19.00 – 21.30)

Sinopsis

Yuli mau pacaran dengan Alif karena ia punya motor Aerox. Tapi Alif tak punya SIM dan STNK. Kencan pertama gagal karena motor ditilang dan disita polisi. Setelah itu, Yuli tidak merasa Alif menarik lagi. Yuli merasa Alif bau dan suka membuat Yuli malu. Sampai seorang Lelaki Tampan lain datang dengan motor Aerox. 

Yuli meminta Alif pergi untuk mencari jajanan yang ia minta, supaya Yuli bisa mendekati Lelaki Tampan. Yuli akhirnya pergi dengan lelaki tampan, tapi kencan buruk. Lelaki itu sudah punya pacar, Yuli ditinggal di jalanan sendiri. Saat perjalanan pulang dalam keadaan Yuli, ternyata Alif masih menunggunya dengan jajanan pesanan Yuli.

Detail Film

Rumah Produksi : Produksi Dari Hati

Durasi 11 menit

Berwarna/BnW Berwarna

Pemeringkatan Umur Semua Umur

Peringatan Khusus

Bahasa Asli Bahasa Indonesia

Takarir Bahasa Inggris

Profil Sutradara

Picture of Fazrie Permana

Fazrie Permana

Fazrie Permana merupakan seorang sineas yang beruntung bisa berbagi cerita melalui film dan musik. Perjalanannya memasuki dunia perfilman dimulai setelah lulus dari Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2012, di mana ia mengembangkan hasrat mendalam untuk mendongeng. Sepanjang karirnya, Fazrie Permana mempunyai kesempatan untuk menciptakan karya-karya yang memiliki beresonansi dengan audiens. Salah satu karyanya, film pendek “Kita Tak Bisa Kemana-Mana Lagi” (2021), menyelidiki emosi dan hubungan manusia, yang bertujuan untuk terhubung dengan pemirsa di tingkat pribadi.

Selain pembuatan film, Fazrie Permana juga merambah penyutradaraan video musik, showcase keserbagunaannya sebagai seorang seniman. Karyanya di video musik "Glenn Fredly - Kembali Ke Awal" bertujuan untuk memadukan visual dan musik, menawarkan pengalaman yang melibatkan penonton. Fazrie Permana tetap berdedikasi untuk menyempurnakan keahliannya, selalu berupaya untuk mengembangkannya batas-batas bercerita. Ia bertujuan untuk membuat film yang menghibur dan semoga bertahan lama berdampak pada mereka yang menontonnya. Meskipun Fazrie Permana telah diakui dalam komunitas pembuat film Indonesia, dia tetap berkomitmen untuk berkembang sebagai direktur. Antisipasi penonton untuk proyek mendatangnya menginspirasinya untuk terus berkembang dan mengasah keterampilannya sebagai pendongeng.

Kru

Sutradara Fazrie Permana

Produser  Rolando Octavio