Festival Film dan Ruang Urban

Catatan Program

Kota-kota di seluruh dunia seringkali menjadi latar sebuah festival film, yang bukan hanya berfungsi sebagai ajang selebrasi sinema tetapi juga memiliki dampak signifikan pada ruang kota dan kehidupan masyarakat. Festival film berperan sebagai katalisator perubahan dalam berbagai aspek, termasuk persepsi masyarakat terhadap ruang urban, proses regenerasi kota, dan pengenalan nilai-nilai budaya baru.

Profil Pemateri

Lulu Ratna

Sri Ratna Setiawati atau biasa dipanggil Lulu Ratna, lahir dan besar di Jakarta. Lulus dari Antropologi, Universitas Indonesia pada tahun 1997 dan Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta tahun 2020. Ia pernah bekerja pada beberapa festival film, seperti Jakarta International Film Festival 1999, Festival Film-Video Independen Indonesia 2000-2002, Festival Film Indonesia 2004, 2011 & 2014, Europe on Screen 2007-2011, serta Festival Film Dokumenter Asia Tenggara “ChopShots” 2012 & 2014. Sering diundang sebagai juri maupun narasumber pada beberapa festival film di dalam dan luar Indonesia. Ia kini menjadi salah satu Program Advisor IDFA dan baru saja merilis buku “Berfestival Film di Indonesia” (2024).

Ahmad Fauzi

Ahmad Fauzi (Ozi) lahir di Bandung, pada 22 Agustus 1997. Ia menyelesaikan studinya di Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada pada tahun 2022. Ia adalah pecinta film, peneliti, dan juga penulis yang saat ini berbasis di Denpasar. Ia tertarik pada isu-isu seputar pendidikan, kesetaraan, modernitas/kolonialisme, dan budaya audio-visual. Dirinya percaya bahwa kerja kolektif dan solidaritas memiliki kekuatan untuk membawa hal-hal baik dalam kehidupan. Di tahun 2024 ini, Ia merupakan bagian dari tim programming Minikino Film Week 10 dan juga Screening Committee Toronto Reel Asian edisi ke-28.