Refleksi Kehidupan Manusia dalam Program Layar Utama: Kumpulan Kisah Awak Kapal dan Kapalnya

|

Sorotan

Yogyakarta, 24 September 2024 – Hari ini kita menyambut dengan antusias hari pertama Sewon Screening 10, dengan tema “Persistence”. Dalam perjalanan satu dekade ini, festival telah menyajikan berbagai program yang penuh dengan warna, dan kali ini penonton tampak lebih ramai dari sebelumnya, menantikan deretan film yang menggugah rasa. 

Film-film yang ditampilkan dalam program kali ini seperti “Hajat”, “Akan Selalu Di Sini”, “Tanpa Syarat”, “A Man Who Can’t Say Love”, dan “Sukro si Pengendali Aksara” membawa kita pada narasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu tentang keluarga. Setiap film menyentuh berbagai aspek tentang bagaimana keluarga membentuk kita, dari hubungan sederhana yang sering kali dianggap sepele, namun sejatinya menjadi pondasi penting yang memotivasi dan menginspirasi. Penonton seakan diajak untuk merasakan kembali kehangatan, konflik, serta pelajaran hidup yang terpendam dalam dinamika keluarga, yang sering kali tanpa sadar kita alami dalam keseharian. 

Tema besar dari program ini adalah bagaimana setiap anggota keluarga memainkan perannya. Bagaimana saat peran itu dilakukan dengan baik, atau bahkan saat gagal dipenuhi, dampaknya begitu terasa pada seluruh sistem keluarga. Film-film ini dengan cerdas dan peka menangkap momen-momen kecil yang secara emosional menggugah, karena isu-isu yang diangkat sangat relevan, menampilkan kekurangan dan kelebihan manusia yang berasal dari hal-hal yang sering luput dari perhatian kita. 

Jidan, Programmer Sewon Screening tahun ini, menjelaskan, “Dalam program ini yang paling disorot adalah dinamika peran dalam sebuah keluarga, bagaimana mereka mengisi peran tersebut atau bahkan hal-hal yang terjadi ketika peran tersebut tidak diperankan dengan seharusnya. Beruntungnya film-film yang hadir ini tidak hanya punya satu kultur yang sama, sehingga banyak perspektif-perspektif baru yang harapannya dapat ditangkap oleh penonton itu sendiri, karena secara latar ataupun isu sosial yang diangkat, mempunyai keunikan entah cara mengemas atau cara berceritanya sendiri.” 

Pada sesi diskusi film, salah satu filmmaker, Hedwig Dhana, yang karyanya “Sukro si Pengendali Aksara” menarik perhatian, berbagi proses kreatif di balik filmnya. “Jadi tentang anak-anak ya harus mengangkat salah satu kebudayaan jadi kita mikir. Yang menarik untuk anak-anak apa ya? Kita kepikiran kalau kita orang Jawa dan besar di Jakarta kita ngerasa nggak ngerti tulisan aksara. Jadi kita angkat tentang aksara aja deh, begitu juga anak-anak Jawa lainnya belum mengerti aksara Jawa, jadi nama kalian mencerminkan diri kalian sendiri.” 

Albert Widya Dewanta, pembuat film “Hajat”, juga mengungkapkan keresahannya yang menjadi inspirasi dalam penggarapan filmnya. “Film Hajat sebenarnya itu keresahan dari kami tentang seberapa pengaruh si bapak dalam sebuah keluarga. Sekarang pun bentuk peralihan budaya dengan anak-anak zaman sekarang.” 

Albert melanjutkan, “Karena basic keluarga dari masing-masing keluarga pada susah mengungkapkan perasaan antara anak dengan orang tua, terutama dari bapak ke anaknya, itu yang ngebuat kita pengen bikin film ini.” 

Program ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penonton untuk merenung dan merefleksikan peran mereka dalam keluarga. Melalui narasi film-film yang dihadirkan, kita diajak untuk melihat ke dalam diri, bagaimana keluarga membentuk karakter dan perjalanan hidup kita. Setiap cerita adalah pengingat bahwa setiap hubungan, sekecil apapun, memiliki dampak yang mendalam. 

Meski perjalanan refleksi ini dimulai dari satu program film, proses belajar dan memperbaiki diri sebagai manusia dalam keluarga tidak akan pernah usai. Setiap hari adalah kesempatan untuk memahami lebih dalam dan berusaha menjadi lebih baik. Jangan lewatkan program main event Sewon Screening 10 lainnya yang berlangsung dari 24-28 September 2024, turut merayakan satu dekade perjalanan festival ini yang penuh makna. Ikuti terus informasi lebih lanjut melalui di laman resmi sewonscreening.isi.ac.id dan akun instagram @sewonscreening.

Penulis Satya Din Muhammad

Editor Nurul A’mal Mustaqimah

Penerjemah Zahwa Syachira

Pembaruan Terhubung