Sewon Screening 10 Dibuka: ‘Monisme’ Menyulut Gema Alam dari Gunung Merapi

|

Sorotan

Yogyakarta, 24 September 2024 – Akhirnya, main event Sewon Screening 10 yang sudah  kita nanti-nantikan telah tiba yang terhitung mulai dari hari ini, 24 September hingga 28 September merupakan tanggal terselenggaranya rangkaian main event Sewon Screening 10 yang berlokasi di Gedung Concert Hall, ISI Yogyakarta. Untuk membuka acara ini, Sewon Screening menghadirkan Film “Monisme” yang disutradarai Riar Rizaldi, sebagai bagian dari Program Layar Pembuka pada Selasa, 24 September 2024, pukul 14.00 WIB di Gedung Concert Hall. Film “Monisme” sendiri merupakan film yang menggambarkan dinamika hubungan manusia dan alam di stratovolcano paling aktif di dunia, Gunung Merapi. 

Mengapa film ini dipilih sebagai film pembuka pada Sewon Screening 10? Reka, selaku Programmer program Layar Pembuka menjelaskan bahwa, film pembuka itu diminta untuk memilih film yang bisa membuka program secara keseluruhan. Yang dimana program utama Sewon Screening 10 secara keseluruhan itu dibagi menjadi tiga tema besar: bersiasat, perlawanan dan rekonsiliasi. Reka menambahkan bahwa “Monisme” dianggap mampu mewakili ketiga hal tersebut. 

“Jadi Monisme itu kita anggapnya sebagai angin segar paling segar dan selain yang tiga naratif sudut pandang tadi, juga secara bentuk untuk membuka semua program layar utama. Jadi program layar utama itu nggak cuma fiksi, dokumenter, dan lain-lain. Nah Monisme ini diharap bisa ngebuka ragam jenis film, yaitu fiksi, dokumenter, eksperimental, animasi. Karena di Monisme sendiri ada semua jenis itu, ada fiksi, dokumenter, eksperimental”. Ujar Reka saat diwawancarai. 

Dengan adanya “Monisme”, Sewon Screening dapat mendefinisikan dengan tegas angin segar yang selama ini dijunjung secara konsisten dan gigih. Memberikan makna bahwa film-film yang dibawakan di Sewon Screening merupakan film-film yang memberi tawaran baru bagi pecinta film, memberi pengalaman baru bagi penontonnya. Karena di “Monisme” ini sendiri terdapat tiga bentuk, ada penuturan secara dokumenter, fiksi, dan eksperimental, menunjukkan jenis-jenis film bahkan memberikan tawaran baru yang di dalam filmnya, tiga jenis pengemasan film digabung menjadi satu kesatuan.

Tak heran, film “Monisme” mendapat sambutan meriah dari penonton dengan riuh tepuk tangan di akhir pemutaran. Film berdurasi 115 menit ini berhasil mempertahankan fokus dan antusiasme penonton sepanjang pemutaran, karena mereka berusaha memahami pesan mendalam yang terkandung dalam film ini. “Filmnya bagus, cuman aku sedikit bingung aja soalnya dia banyak simbol gitu kan, aku pertama kali nonton film panjang yang simbolik banget”. Ujar Joan salah satu penonton. “kalo menurut aku tadi itu sangat out of the box, karena dalam satu film itu mencakup tiga jenis film sekaligus. Cara mereka membungkus film ini bener-bener rapi banget dari visual dan ceritanya”. Ujar Axel salah satu penonton.

Setelah sesi pemutaran berakhir, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama penonton yang dipandu oleh Risang Panji Kumoro dan dihadiri Rizal Umami, Art Director film “Monisme” sebagai perwakilan filmmaker “Monisme”.  

Fahru, salah satu penonton mengajukan pertanyaan “Gimana sih perbedaan garap syuting yang tercakup 3 bentuk ini, karena ini kan ada tiga hal yang digabung di dalam film ini, aku penasaran bagaimana mengerjakan artistiknya, dan referensinya? Rizal bertutur bahwa itu semua sudah mereka breakdown sesuai dengan naskah, lalu mereka mulai membayangkan set-nya. Ia juga menambahkan, dari kegiatan masyarakat atau orang yang berhubungan erat dengan merapi dengan kegiatan masyarakat sehari-hari. Dari sana mereka mem-breakdown secara set dan propertinya. Mereka melakukan riset soal kehidupan sehari-hari orang yang berhubungan dengan merapi. “Kita mengambil gambaran representatifnya dari hubungan manusia dengan merapi, kita melihat kehidupan masyarakat sekitar merapi yang berhubungan dengan batu, pengolahan mineralnya, pola kehidupan masyarakat. Properti yang ada disana itu berhubungan dengan masyarakat sekitar merapi, kita sampaikan dengan properti-properti kecil di dalam film,” Ujar Rizal Umami.

Lalu ada penonton yang bertanya mengenai ada satu tokoh disana yang terlihat memerankan beberapa peran, apakah itu orang yang sama? Rizal menjawab bahwa Rendra yang merupakan pemeran utama film tersebut menjadi tiga karakter dalam film. “Orang yang sama, cuman secara karakter memang berbeda. Jadi dia menjadi vulkanologi, penambang pasir, dan juga menjadi dukun merapi. Secara tidak langsung dari tim artistik mendapat kesulitan untuk menggambarkan wardrobe dan make-upnya, mengubah satu orang menjadi tiga karakter yang berbeda”. 

Kehadiran film Monisme telah berhasil membuka jalan bagi rangkaian karya-karya luar biasa yang akan diputar dalam beberapa hari ke depan. Sewon Screening akan menghadirkan banyak film-film yang akan memberi kita pengalaman baru dan wawasan baru. Ikuti terus keseruan main event Sewon Screening 10 dalam membawa angin segar untuk kita para penikmat film. Jangan lupa untuk datang ke program-program Sewon Screening 10 yang berlangsung dari 24-28 September 2024, mari bersama kita rayakan perayaan satu dekade ini. Ikuti terus informasi lebih lanjut melalui di laman resmi sewonscreening.isi.ac.id dan akun instagram @sewonscreening.

Penulis Vitriya Ningrum

Editor Nurul A’mal Mustaqimah

Penerjemah Zahwa Syachira

Pembaruan Terhubung