Awal (Nasib Manusia)
- Ulasan Film

Eksil Sinematografi Lokal
Yogyakarta, Sewon Screening 10 – Menjadi eksil bukanlah pilihan, melainkan nasib. Nasib yang membuat seseorang jauh dari tanah airnya, tetapi juga dapat menjadi ladang baru untuk pertumbuhan diri. Pada masa pemerintahan Soekarno, banyak mahasiswa yang dikirim untuk menempuh studi ke luar negeri. Salah satunya adalah Awal Uzhara, yang bersama beberapa mahasiswa lainnya dikirim ke Rusia untuk memperdalam keterampilan sinematografi di VGIK.
Setelah menyelesaikan gelar Magister di Moskow, Awal Uzhara menghadapi kesulitan akibat situasi politik Indonesia pasca tahun 1965. Latar belakang negara tempatnya menuntut ilmu menimbulkan stigma dan label komunis yang melekat. Meski tak ada kepastian akan pulang, tekadnya untuk berkontribusi pada Indonesia tetap kuat. Melalui penyelenggaraan malam Bahasa dan Budaya Indonesia, Awal Uzhara memperkaya diaspora Indonesia dan memperkuat jalinan diplomasi budaya antara Indonesia dan Rusia.
Film “Awal (Nasib Manusia)” garapan Gilang Bayu Santoso dengan apik menunjukkan bahwa meskipun hidup di pengasingan, semangat Awal Uzhara untuk berkontribusi pada negara dan budaya asalnya tidak pernah padam. Film ini dibubuhi tayangan animasi yang menarik untuk menceritakan kejadian masa lampau Awal Uzhara yang tak terdokumentasikan.
Mari perkaya pengetahuan kita tentang eksil di luar negeri, khususnya terkait peristiwa 1965. Saksikan film “Awal (Nasib Manusia)” pada program Layar Tandang: Jakarta Sewon Screening 10. (Majesti Anisa)
Penulis Majesti Anisa
Editor Nurul A’mal Mustaqimah
Penerjemah Zahwa Syachira
Detail Film
Awal (Nasib Manusia)
Gilang Bayu Santoso | 26 Minutes | 2016 | Indonesia
Jadwal Pemutaran
Teater Sjumandjaja, FFTV Institut Kesenian Jakarta | 12 JUN | 14.00 WIB