Balikbayan
- Ulasan Film

Paket untuk Rumah Kecil Itu
Yogyakarta, Sewon Screening 10 – Kembali ke rumah yang pernah ditinggali semasa kecil, bagaikan membuka pintu labirin lama. Setiap sudutnya menyimpan cerita jejak masa lalu yang tidak akan pernah pudar. Menerawang kembali ke masa anak-anak yang masih ceria penuh permainan. Kini telah beranjak dewasa, semakin sadar betapa cepatnya waktu berlalu. Seperti halnya yang terjadi pada Miguel dalam film “Balikbayan”, ia kembali mendatangi rumah masa kecilnya meski hanya mampir sebentar untuk mengantarkan sebuah paket.
Cerita film “Balikbayan” ini diawali dengan latar belakang Miguel yang bekerja sebagai seorang kurir. Suatu hari tepat saat hari natal, ia mengantarkan sebuah kotak paket Balikbayan yang ternyata alamatnya tertuju pada rumah lamanya yang kini telah dihuni oleh orang lain. Setibanya di rumah lamanya itu, ia mendapati anak laki-laki bernama Theo yang ternyata tengah sendirian di rumah. Miguel harus menunggu orang tua Theo tiba di rumah untuk mendapatkan tanda tangan bukti serah terima paket. Miguel dan Theo berbincang ala kadarnya keduanya sama-sama Pinoy alias orang Filiphina, yang kini bermukim di Singapura. Menatap sekilas rumah itu, memicu serangkaian memori lama Miguel saat ia bermain di halaman rumah dan saat ia mendapat surat dengan alamat yang sama persis dengan rumah yang kini ditinggali oleh keluarga Theo. Setelahnya ibu Theo tiba di rumah dan menandatangani bukti terima paket. Miguel pun melangkah hendak pergi dari rumah itu, tapi ditahan sebentar oleh Theo yang kemudian memberikannya sebuah bingkisan Sampaloc dan ucapan selamat natal.
Film “Balikbayan” karya Victoria Khine ini mengangkat tradisi unik dari Filipina mengenai kotak Balikbayan, yaitu kotak yang berisi barang-barang dan makanan yang dikirim oleh para pekerja migran Filipina kepada keluarga mereka. Pengiriman Balikbayan biasanya dilakukan melalui jasa pengiriman khusus yang memiliki pengalaman dalam mengurus kotak balikbayan, memastikan barang sampai dengan aman dan tepat waktu, seperti yang dilakukan Miguel dalam film ini sebagai seorang kurir. Banyak keluarga Filipina yang menantikan pengiriman kotak balikbayan, ini dianggap sebagai momen spesial, menjadi kesempatan bagi mereka untuk merayakannya bersama meski terpisahkan oleh jarak. Mereka akan membongkar kotak dan saling berbagi atas barang-barang yang telah diterima.
Cerita film “Balikbayan” ini sederhana, dikemas dengan durasi singkat dan visual yang bagus, membuat narasi mengalir dengan baik. Tradisi seperti pengiriman kotak Balikbayan mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kita sayangi, di mana pun mereka berada. Film ini menjadi pengingat bahwa meskipun kita beranjak dewasa, ikatan dengan masa lalu selalu ada. Pada setiap pertemuan, sekecil apa pun itu, bisa menghadirkan kehangatan dan kebahagiaan.
Simak kisah Miguel si Pinoy pengantar paket dalam film “Balikbayan” pada Special Program: International Film Students Showcase Sewon Screening 10.
(Majesti Anisa)
Penulis Majesti Anisa
Editor Nurul A’mal Mustaqimah
Penerjemah Zahwa Syachira
Detail Film
Balikbayan
Victoria Khine | 4 Minutes | 2023 | Bahasa Inggris, bahasa Tagalog
Jadwal Pemutaran
G. Concert Hall, ISI Yogyakarta | 25 SEPTEMBER | 15.30 WIB