Behind The Healing Herbs

- Ulasan Film

Di Antara Akar dan Kehidupan

Yogyakarta, Sewon Screening 10 – Film dokumenter “Behind the Healing Herbs” karya Nur Wucha Wulandari menggali kisah inspiratif Bu Murjiyati, seorang perempuan tangguh berusia 46 tahun dari Dusun Kiringan, Bantul, Yogyakarta, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan tradisi pembuatan jamu. Bu Murjiyati bukan hanya sekadar seorang ibu rumah tangga yang mengolah jamu sebagai sumber penghasilan, tetapi juga simbol ketahanan, solidaritas, dan pelestari kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Film ini memotret keseharian Bu Murjiyati yang menjadi tulang punggung keluarganya dengan berjualan jamu, serta perannya di masyarakat yang didominasi oleh perempuan pembuat jamu. Setiap hari, ia bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan bahan-bahan alami seperti kunyit, temulawak, dan jahe yang diambil dari kebun lokal atau dibeli dari pasar tradisional. Proses pembuatan jamu dilakukan dengan manual tanpa menggunakan mesin otomatis. Setelah jamu siap, Bu Murjiyati berkeliling desa, membawa hasil olahannya untuk dijual dari rumah ke rumah. 

Film ini dengan cermat menangkap dinamika sosial di Dusun Kiringan, di mana sekitar 80% perempuan memiliki keterampilan membuat jamu. Mereka tidak hanya memproduksi untuk keperluan domestik tetapi juga memperluasnya menjadi bagian dari perekonomian lokal. Kelompok masyarakat yang mereka bentuk menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam menjaga tradisi ini agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.

“Behind the Healing Herbs” menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan kearifan lokal yang sejalan dengan alam. Film ini menggambarkan bagaimana para perempuan di Kiringan menjadikan jamu sebagai simbol kekuatan mereka, menjaga harmoni alam, dan memperjuangkan perekonomian lokal tanpa mengorbankan identitas budaya.

Keberlangsungan tradisi herbal kita sudah terancam oleh eksploitasi lingkungan dan ketidakpedulian masyarakat modern. Tanaman obat yang telah berperan penting selama berabad-abad dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan manusia kini menghadapi risiko akibat deforestasi, perubahan iklim, dan hilangnya pengetahuan lokal. Melestarikan herbal berarti melindungi biodiversitas alam serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Saksikan “Behind the Healing Herbs” di program main-event Focus on: The Persistent Look of Wucha Wulandari Sewon Screening 10.

(Nurul A’mal Mustaqimah)

Penulis Nurul A’mal Mustaqimah

Editor Nurul A’mal Mustaqimah

Penerjemah Zahwa Syachira

Detail Film

Behind the Healing Herbs

Nur Wucha Wulandari | 21 Minutes | 2016 | Bahasa Indonesia, bahasa Jawa

Jadwal Pemutaran

G. Concert Hall, ISI Yogyakarta | 28 SEPTEMBER | 13.00 WIB

Pembaruan Terhubung