Last Chicken On Earth

- Ulasan Film

Pertarungan Yang Mematikan

Yogyakarta, Sewon Screening 10 – “Last Chicken on Earth” sebuah film pendek produksi Cinemahameru dengan menggabungkan realisme kehidupan sehari-hari dengan elemen surealis yang menghancurkan batas antara kenyataan dan imajinasi. Mengambil latar di sebuah warung ayam di Jakarta yang ramai, film ini mengeksplorasi konflik yang muncul dari perebutan sepotong ayam terakhir yang memicu pertempuran brutal dan surreal.

Film ini dimulai dengan atmosfer yang sangat realistis, menempatkan penonton di tengah kehidupan sehari-hari. Namun, dengan cepat, pertarungan yang tampak sepele berubah menjadi pertempuran sengit antara tiga karakter utama. Keunikan film ini terletak pada transisinya yang mendadak dari dunia nyata ke dunia ekspresionis yang penuh distorsi. Warna-warni cerah kehidupan sehari-hari menghilang, digantikan oleh palet hitam-putih yang mencerminkan kekacauan batin para karakter.

Dalam dunia yang suram dan mencekam ini, dua dari tiga karakter terlibat dalam duel mematikan dengan gerakan yang diperlambat, menekankan intensitas emosi dan kekerasan. Namun, yang menarik, karakter yang awalnya digambarkan pengecut justru bangkit dari bayang-bayang dan memberikan pukulan fatal pada lawannya, membalikkan ekspektasi dan menambah lapisan tak terduga dalam narasi.

Di tengah absurditas yang semakin memuncak, hujan ayam mulai turun dari langit, membawa pesan surealis yang mendalam tentang ketamakan manusia. Kemunculan dua pengamen jalanan yang menyanyikan lagu melankolis di tengah hujan ayam, menambah dimensi puitis yang mendebarkan.

“Last Chicken on Earth” menggunakan Visualnya dan alurnya yang tidak terduga, sehingga menarik perhatian dengan menyajikan perpaduan antara humor gelap, kekerasan, dan kritik sosial yang dibalut dalam simbolisme surealis. Dengan mengakhiri film di warung ayam yang kembali normal, penonton diajak untuk merenungkan kekacauan absurd yang baru saja mereka saksikan, sekaligus menertawakan kebodohan manusia. Saksikan Film “Last Chicken on Earth” pada program Awas, Ada Manusia! (Official Selection 4) Sewon Screening 10.

(Aimee Latisha)

Penulis Aimee Latisha

Editor Nurul A’mal Mustaqimah

Penerjemah Zahwa Syachira

Detail Film

I Swarnangkara

Deo Mahameru | 10 Minutes | 2023 | Bahasa Indonesiaa

Jadwal Pemutaran

G. Concert Hall, ISI Yogyakarta | 27 SEPTEMBER | 19.00 WIB

Pembaruan Terhubung