Muslimah

- Ulasan Film

Berjalan di Ambang Keimanan

Yogyakarta, Sewon Screening 10 – “Muslimah” karya Wucha Wulandari bercerita tentang perjalanan batin seorang perempuan beragama muslim dalam mempertahankan identitas dan keyakinannya di tengah penilaian sosial yang kompleks. Dengan narasi sederhana namun mendalam, Wulandari berhasil membawa penonton masuk ke dalam kehidupan seorang wanita muslim yang masih dalam proses pencarian jati diri, dihadapkan pada tekanan dari lingkungan sekitar yang sering kali dipenuhi prasangka dan stereotip. 

Wucha sendiri sebagai sutradara sekaligus pemeran utama dalam film dokumenter ini tumbuh bersama dua orang ibu, yang keduanya menawarkan perspektif berbeda mengenai iman. Keduanya menganut agama Islam tetapi memiliki interpretasi masing-masing tentang berbagai aspek agama tentang jilbab.

Film ini berfokus pada pergulatan internal dan eksternal yang dialami oleh Wucha, perempuan muda yang berusaha menemukan keseimbangan antara keyakinan spiritualnya dan tuntutan masyarakat modern. Di tengah suasana yang sering kali tidak ramah terhadap perempuan muslim yang memilih untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai agamanya, Wucha mencari jawaban dimana di usianya saat itu merasa tidak wajib memakai jilbab hanya karena tuntutan sosial sebagai wanita yang beragama islam.

Dalam agama Islam memang wanita diajari untuk menutup diri dengan menggunakan pakaian tertutup serta menggunakan jilbab, bahkan lebih tertutup lagi dengan menggunakan cadar dan gamis yang longgar untuk menjaga bentuk badannya dipandang oleh lawan jenis. Dengan upaya tersebut, wanita akan lebih terjaga dari tindakan tidak diinginkan yang mengancam wanita.

Surah Al-Ahzab ayat 59 menjelaskan perintah menutup aurat bagi wanita muslim dengan jilbab. Yang merupakan aurat bagi perempuan menurut ulama Syafi’i, Maliki, dan Hanafi adalah seluruh anggota tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan.

Sebagai sebuah kewajiban yang sudah jelas tertulis di Al-Qur’an, memakai jilbab bagi wanita muslim harusnya sudah bukan pilihan lagi. Namun di era sekarang, tidak sedikit stereotip bahwa, “tidak ada jaminan pemakai jilbab adalah perempuan shalehah, atau sebaliknya perempuan yang tidak memakai jilbab bukan perempuan shalehah. Jilbab tidak identik dengan kesalehan dan ketakwaan seseorang, semuanya tergantung dengan iman.”

Film “Muslimah” memberi kebebasan untuk menilai tentang kewajiban memakai jilbab itu sendiri. Sebagai bentuk refleksi untuk saling mengingatkan serta menilai apa yang sudah dijalankan sebagai kewajiban seorang muslimah.

Saksikan “Muslimah” dalam program Focus on: The Persistent Look of Wucha Wulandari Sewon Screening 10. 

(Nurul A’mal Mustaqimah)

Penulis Nurul A’mal Mustaqimah

Editor Nurul A’mal Mustaqimah

Penerjemah Zahwa Syachira

Detail Film

Muslimah

Wucha Wulandari | 6 Minutes | 2018 | Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Jadwal Pemutaran

G. Concert Hall, ISI Yogyakarta | 28 SEPTEMBER | 13.00 WIB

Pembaruan Terhubung