Peluit Panjang

- Ulasan Film

Mengenang Tragedi Kanjuruhan: Menyuarakan Keadilan untuk Para Korban yang Belum Mendapatkan Keadilan Setimpal

Yogyakarta, Sewon Screening 10 – “Peluit Panjang“ merupakan film pendek dokumenter yang disutradarai Yusuf Jacka Ardana, film ini menyoroti dan menyuarakan tragedi Kanjuruhan. Peristiwa Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia. Setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, kerusuhan terjadi di dalam stadion. Aparat keamanan menggunakan gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan. Gas ini menyebabkan kepanikan dan kesulitan bernapas. Banyak orang yang terjebak dan tidak dapat bergerak karena sesaknya kerumunan, pintu keluar pun terbatas dan tidak memadai sehingga membuat penonton kesulitan untuk melarikan diri. Tragedi ini mengakibatkan 135 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka. Peristiwa ini merupakan tragedi sepak bola terburuk di Indonesia dan menjadi sorotan internasional. 

Film dokumenter “Peluit Panjang” dikemas dengan sederhana, hanya berisi footage-footage suasana stadion Kanjuruhan setelah terjadinya tragedi tersebut dan diisi dengan suara euforia  dari para suporter saat menyaksikan pertandingan. Suara riuh suporter bola menciptakan kontras yang mencolok dengan footage stadion yang kosong dan rusak, memperkuat perasaan duka dan kehilangan setelah tragedi. Di dalam film juga ditunjukkan coretan-coretan yang berisi tulisan tuntutan keadilan untuk para korban. Film ini meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap apa yang terjadi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Melalui film ini Yusuf Jacka Ardana dan rekan-rekannya menyuarakan keadilan untuk para korban dan juga menjadikan film ini sebagai jejak tragedi Kanjuruhan. Walau film ini dikemas dengan sangat sederhana, tapi pesan yang ingin disampaikan tersampaikan dengan baik, membiarkan penonton meresapi setiap detail suasana setelah peristiwa tragis Kanjuruhan dan merenungi dampak tragedi ini. Film “Peluit Panjang” menyerukan keadilan, mengajak kita untuk tidak melupakan para korban tragedi Kanjuruhan yang sampai sekarang belum mendapatkan keadilan. Oktober nanti adalah tahun kedua peringatan tragedi Kanjuruhan, masih banyak orang yang menuntut keadilan untuk para korban. 

Kenapa sampai saat ini para korban belum mendapat keadilan yang setimpal?, selemah itukah hukum di negara kita ini?. Saksikan film “Peluit Panjang“ pada program main-event Yang Riuh Berbisik (Official Selection 2) Sewon Screening 10.

(Vitriya Ningrum)

Penulis Vitriya Ningrum

Editor Nurul A’mal Mustaqimah

Penerjemah Zahwa Syachira

Detail Film

Peluit Panjang

Yusuf Jacka Ardana | 9 Minutes | 2024 | Bahasa Indonesia

Jadwal Pemutaran

G. Concert Hall, ISI Yogyakarta | 25 SEPTEMBER | 19.00 WIB

Pembaruan Terhubung