Tanpa Syarat
- Ulasan Film

Penerimaan dan Cinta Keluarga
Yogyakarta, Sewon Screening 10 – “Tanpa Syarat” adalah sebuah film pendek yang menyentuh tentang hubungan yang rumit antara Surya dengan ibunya. Film ini menyuguhkan dialog yang emosional di satu adegan yang berlatar di kamar ayah. Durasi film yang singkat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengeksplorasi tema keluarga dan penerimaan.
Film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya keterbukaan dalam keluarga, terutama ketika menyangkut penerimaan akan identitas diri seseorang. Meski Surya memiliki hubungan yang renggang dengan ibunya, percakapan yang terjadi menunjukkan betapa besar keinginan seorang ibu untuk dekat kepada anaknya. Film ini menyampaikan bahwa cinta keluarga sejati haruslah “tanpa syarat,” menerima anak apa adanya meski terdapat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan.
Kesan yang muncul dari film ini adalah perasaan haru dan keintiman yang mendalam. Hubungan ibu dan anak yang terlihat retak akibat sikap saling tertutup, perlahan diperlihatkan membaik melalui dialog yang jujur, walaupun pada akhirnya semua hanyalah ilusi di benak Surya. Kesan tragis dan haru yang menutup film ini membuat penonton berpikir tentang pentingnya menghadapi kenyataan, sebelum terlambat untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang terkasih.
Salah satu aspek paling menonjol dalam film ini adalah kedalaman emosional yang terbangun hanya dalam satu adegan. Meski menggunakan format cerita non-linear, alur film tetap mudah diikuti. Penonton dapat merasakan ketegangan dan dilema batin Surya yang mencoba berdamai dengan masa lalu dan identitasnya. Latar belakang Surya sebagai sosok anak yang pintar namun terasing dari keluarganya yang membuat karakter tersebut mudah untuk dijangkau secara emosional. Visual minimalis dan fokus pada dialog antara Surya dan ibunya memberikan kesan intim dan personal. Ini adalah salah satu kekuatan film, di mana penonton seolah-olah diundang masuk ke ruang pribadi Surya dan menyaksikan percakapan yang penuh dengan emosi dan perasaan terpendam.
Film ini dihadirkan dari sudut pandang Surya, yang merasakan dilema batin antara mengikuti keinginan orang tuanya dan menjalani hidup sesuai dengan jati dirinya. Konflik internal Surya terlihat ketika ia harus memilih antara keluar sebagai atau tetap agar tidak mengecewakan keluarganya. Perspektif Surya menggambarkan perasaan terasing dan kerentanan yang dialami karena keluarga yang tidak sepenuhnya mendukung.
Meskipun Surya pada akhirnya menemukan kedamaian dengan menerima dirinya, kenyataan pahit yang memberikan kesan tragis pada cerita ini. Tidak adanya kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sang ibu di dunia nyata, menambah kedalaman cerita yang menggugah perasaan penonton. Saksikan film “Tanpa Syarat” pada program Kumpulan Kisah Awal Kapal dan Kapalnya di Sewon Screening 10.
(Aimee Latisha)
Penulis Aimee Latisha
Editor Nurul A’mal Mustaqimah
Penerjemah Zahwa Syachira
Detail Film
Tanpa Syarat
Kurnia Alexander | 19 Minutes | 2024 | Bahasa Indonesia
Jadwal Pemutaran
G. Concert Hall, ISI Yogyakarta | 24 SEPTEMBER | 19.00 WIB